Laman

Sabtu, 08 Juni 2013

Doaku Hari Ini

Hanya ingin berkata Happy Wedding untuk temanku Tini Toon yang punya otak paling ajaib, keceradasan tiada banding. Semoga keluarga barumu selalu diberi kebahagiaan, mendapatkan keturunan yang berguna untuk keluarga dan agamanya, tentu saja dianugrahkan kecerdasan sepertimu.

Dan di acara walimatul 'ursy-nya siang ini akupun sempat berdoa untuk diriku sendiri agar kedua orangtuaku diberikan kesempatan selebar-lebarnya oleh Sang Empunya Kehendak agar kelak bisa melihat aku bahagia, dalam bentuk apapun.

Kucukupkan doa hari ini untuk sahabatku tersayang dan untuk diriku yang terkasih. Aamiin...

Rabu, 05 Juni 2013

Rumah Berlabel Kenangaan ( Dia Yang Membawaku Pulang )

Kubuka pintu... ah tidak ada yang berubah. Hanya saja semuanya tertutup debu. Mungkin telah lama tak tersentuh. Ya... Sebab akulah pemilik rumah ini. Dia hanya menjemputku kembali. Kusentuhkan tanganku pada sebuah lemari yang di sana terpajang gambar-gambar aku yang silam, berderet buku-buku cerita berisi aku dan kelampauan. Lalu ada selembar kain bertuliskan namaku yang tersulam, menggelatak menutupi sesuatu yang saat kusibak adalah album penuh aku dan kenangan. Halaman demi halaman hanya ada aku yang tersenyum penuh mimpi, mengingatkan bahwa akulah pemimpi ulung.

Lalu aku berjalan, membuka jendela agar udara penat ini bisa berganti sejuk. Angin berhembus, namun ah kesejukannya tak mampu menembus pori-pori kulitku yang tertutup berjuta cerita dahulu, menyesaki bahkan menyakitkan. Lalu kurebahkan tubuhku pada sebuah kursi yang dulu selalu menjadi dudukanku kala menuliskan mimpi-mimpiku, atau ketika berkhayal menjelajahi dunia. Sensasinya tidaklah seperti dulu. Membuatku sadar bahwa mimpi yang dulu kubangun di sini, kini telah menjadi aku. Mimpi itu ternyata kembali pulang ke rumahnya, setelah lama berkelana pergi namun tidak membawa apa-apa.

Kupandangi dia yang sedari tadi menimati kesengsaraanku yang berselimut masa lalu, entah apa yang dipkirkannya hingga tega mengantarku ke sini. Kutatap dia penuh harap, lalu dia merangkulku lembut dan berbisik " mimpimu mungkin telah membawamu pergi jauh, namun masa lalu akan selalu membawamu pulang ke rumah." Dia menggenggam tanganku lalu membawaku ke luar dari rumah itu. Entahlah, ke mana lagi dia akan membawaku. Aku selalu percaya suatu hari dia akan membawaku kembali bertualang, mengetuk pintu rumah yang entah diberi label apa...

Dia Yang Membawaku Pulang

Entah apa yang dia rencanakan hingga membawaku kembali lalu mengacak-acak masa lalu yang telah tersimpan rapi dalam alur. Entah apa yang dia inginkan hingga menyeretku pada ingatan-ingatan yang dia tahu selalu melemahkan, meruntuhkan pertahanan dan selalu melumpuhkan. Ah... ketika itu, akupun tak bisa menolak saat dia menggoreskan sebuah jalan yang kukira akan mengantarku maju namun malah membawaku kembali. Membawaku pulang ke rumah yang kucintai namun telah lama kutinggalkan...


Tak Sanggup Lagi

Hari ini ada ujian di kampus, dan karena bangun kesiangan aku ke kampus buru-buru. Untung ada adikku yang bisa mengantarku ke kampus dengan motor. Semuanya berjalan baik-baik saja, di jalanpun tidak macet. Tiba-tiba seorang cowok yang juga berkerdara motor dan tepat berada di belakangku berteriak ke arahku sambil berusaha mengejar motor yang dikendarai adikku.
" Mbak...mbak..." katanya. Aku menoleh ke arahnya sambil kebingungan.
" Wah cakep..." kataku dalam hati. Cowok cakep itu terus saja berteriak sambil berusaha mensejajarkan motornya denganku. Aku menatapnya heran. Lalu setelah jarak kami semakin dekat, diapun berteriak.
" Roknya mbak...roknya mbak..." katanya lagi. Aku menunduk dan memperhatikan rokku dengan bingung.
Lalu dia berteriak lagi. " Belakang...robek mbak..." katanya lagi. Spontan aku meraba rokku bagian belakang dan ya Tuhan, demi apa, aku lupa menarik resleting rokku. Spontan aku menunduk malu sambil terus berusaha menarik resleting rokku. Aku menyuruh adikku memperlambat laju motornya dan membiarkan si cowok cakep berjalan di depan kami dan berharap dia tidak mengenaliku.

Pulang dari kampus, aku berdiri di halte menunggu bus lewat. Tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat di depanku dan membuat aku heran. Pengendara motor itu lalu membuka helmnya dan demi apa, orang itu adalah si cowok ganteng yang tadi pagi menegurku.
" Roknya sudah dijahit mbak ?" tanyanya sambil tersenyum ramah. Sungguh tidak sanggup lagi kutahan rasa malu ini. Aku hanya tersenyum sambil berkata " Iya..." sambil berdoa dalam hati agar tidak lagi dipertemukan dengannya.

# FF2in1 " Tak Sanggup Lagi"

Selasa, 04 Juni 2013

Caramu Menyapaku

Hari ini sebuah kenangan menyapaku tanpa jeda
Merayap pada hangat bantal tempatku merebah
Menyusupi mimpi yang kukira tak mungkin lagi datang
Ah dia datang begitu indahnya
Menggores senyum dalam ingatan yang hampir aku lupa
Mungkin saja ini caramu mengingatkan
Bahwa kamu tidak ingin terabaikan

Wajar

Wajar jika kadang aku kecewa
Wajar pula jika kadang aku marah
Karena hubungan yang melibatkan rasa tentulah begitu adanya
Maka semestinya kita saling mengerti 


Kepada Pagi

Kepada pagi yang tidak henti-hentinya menyajikan keindahan, terima kasih.
Kepada pagi yang terus mengingatkan utnuk bangun dan berhenti bermimpi, terima kasih
kepada pagi yang tidak pernah bosan menyapa lewat jendela kamar, terima kasih