Laman

Jumat, 17 Mei 2013

Kamu dan Awan

Menebakmu, seperti menebak bentuk awan di langit
Akan berubah setiap kali dipandangi...

Mimpi Kecil-Kecilan

Semoga ini tidak mengesankan aku pengen nyombong karena sejatinya tidak ada yang patut disombongkan dari semua ini. Hanya ingin berbagi, bahwa hal-hal yang kecil juga bisa membahagiakan dan membuatmu merasa bercita-cita itu bisa apa saja. Tidak peduli bagaimana akhirnya...

Aku seorang pemimpi, pemimpi kecil-kecilan yang pada akhirnya membuat aku merasa sukses dan bahagia. Hanya merasa....Ini mimpi-mimpiku:

~ Pemimpin Kecil-Kecilan :
Aku adalah pemimpin, semenjak masih kecil. Dalam hal apa ??? Kelas 3 SD telah menjadi pemimpin di kelas, namanya ketua kelas. Lalu berlanjut di kelas 5 SD kemudian kelas 1 SMP. Cukup kiranya 3 periode. Presiden Indonesia saja hanya boleh terpilih 2 periode, hehehe....

~ Dokter Kecil-Kecilan :
Aku juga pernah jadi dokter. Ah hampir semua pasti pernah. Dulu waktu SD ada pelatihan dokter kecil. Aku salah satu murid yang terpilih mengikuti pelatihan dokter kecil. Belajar pertolongan pertama pada kecelakaan, membuat tandu untuk pasien kecelakaan di lapangan, membalut luka dengan perban dari luka kecil sampai luka besar, menginjeksi pasien, memeriksa denyut jantung dan lain-lain. Dan aku lulus dengan predikat dokter kecil. Tidak ingin kulanjutkan menjadi dokter beneran karena setelah besar aku jadi penakut.

~ Artist Kecil-Kecilan :
Everybody born to be an artist, itu benar. Meski hanya aku yang tahu dan hanya aku yang mengakui, tapi aku adalah artist. Pernah jadi penari di beberapa acara nggak penting, pernah jadi koreografer untuk acara yang dulu penting tapi setelah dipikir-pikir tidak terlalu penting juga, pernah jadi penyanyi di beberapa tempat (di kampus saat nongkrong dengan teman2, di kamar saat lagi nggak ada kerjaan ambil gitar, camera on dan action, dan yang paling menyenangkan adalah di kamar mandi, berasa di dapur rekaman), jadi pencipta lagu, laguku sudah ada beberapa tapi setelah jadi dan dinyanyikan ulang,uhhhh ternyata tidak nyaman di telinga, yang belum adalah jadi aktris. Mungkin nanti....

~ Penulis Kecil-Kecilan :
Aku punya setidaknya 5 naskah cerita yang gagal rilis tapi telah dibaca beberapa orang yang aku tahu setelahnya mereka menyesal. Punya berpuluh-puluh cerpen, ada yang karena tugas Bahasa Indonesia, ada yang karena adikku meminta dibuatkan juga untuk tugas Bahasa Indonesianya, ada yang tertempel di mading sekolah dan selebihnya karena aku suka bikin cerpen. Yang paling membanggakan adalah ada yang masuk majalah sekolah. Aku kasih bocoran ya, itu tidak mungkin terjadi kalau aku bukan redaksinya, hahaha. Hari gini nggak nepotisme, nggak eksis *eh

~ Wartawan Kecil-Kecilan :
Waktu SMA OSISku punya proker yang keren. Membuat majalah sekolah. Dan tadaaaaa aku boleh dibilang terangkat jadi ketua tim redaksi. Karena anggota yang terbatas, maka ketua tim merangkap jadi wartawan juga. Pengalaman paling berkesan ??? Tentu ada. Itu adalah saat aku bertugas mewawancarai seorang kakak kelas yang adalah siswa paling berprestasi di sekolah and you know what aku adalah secret admirernya. Alhasil wawancaranya merangkap jadi ajang PDKT, yeyeyeeee...Love this job #cheersss

~ Atlit Kecil-Kecilan :
Ahaaaa, aku hobby olahraga. Sangaaattttt.... Mungkin itu diturunkan dari ayahku. Ayahku itu petenis dan pebulutangkis di samping dia adalah guru,hehehe....Dan kau tahu, aku adalah atlit tenis meja, nah loh. Tapi aku tidak kalah berprestasinya dibanding ayahku. Kelas 1 SMP aku menjadi juara 1 lomba tenis meja. Horeeeee.... Cukup sampai di situ saja. Karena ketika harus kulanjutkan dalam ajang apa, kau akan tertawa terbahak-bahak hingga isi perutmu terasa akan ke luar.

~ Pemecah Rekor Kecil-Kecilan :
MURI semestinya membuat kategori baru. " Orang yang paling banyak mengikuti lomba tapi tidak pernah menang." Dan aku pastilah pemecah rekornya. Dari SD beberapa kali mengikuti lomba siswa teladan, lomba bidang study, SMP sering sekali ikut lomba untuk kategori Fisika, olimpiade SAINS, lomba beregu SAINS, siswa teladan, SMA dari kelas 1 selalu mengikuti seleksi olimpiade Fisika, beberapa kali juga diutus ikut lomba Fisika, pernah diutus jadi wakil kota mengikuti lomba cerdas-cermat Islam dan dari sekian banyak itu TIDAK PERNAH MENANG  *catet

~ Siswa Berprestasi Kecil-Kecilan :
Dari sekian banyak mimpi yang pernah aku raih, mungkin ini adalah mimpi terbaik dan bisa sedikit membanggakanku. Tidak setragis mimpi-mimpi yang lain. Yayaya siswa berprestasi, boleh boleh.... Setidaknya dari SD aku selalu mendapat hadiah dari kakek karena juara kelas. SMP masuk ranking 3 umum, di umumkan saat upacara bendera dan berdiri di tengah lapangan dengan bangga (cihuuyyyyy), dapat beasiswa berprestasi. Sanking senangnya, waktu itu ayah pulang dari sekolah beli cokelat untukku, banyakkk sekali. Adikku cuman dapat satu, hahahaaa...SMA, mmmm setidaknya bisa berdiri di belakang si kakak kelas paling berprestasi di sekolah sudah jadi kebanggaan. Bonusnya lulus dengan predikat ranking 1 umum, lalala yeyeyeee. Meski tidak bisa menyamai prestasi kakak kelas yang aku idolakan setidaknya aku berada di kategori yang sama dengannya,hiphip huraaaaaa.....

Nah itu mimpi-mimpi yang telah aku raih. Kecil tapi selalu membuatku bahagia ketika kukenang. Selanjutnya akan kubuat mimpi-mimpi kecilku yang lain. Kamu juga ya....Aku yakin mimpimu jauh lebih banyak dan lebih hebat. Mari bermimpi......Salam....
                                   ^_^

Perintah (Tanda Seru)

Belajar dengan tekunlah
Bekerja dengan keraslah
Dan hidup dengan berkesuksesanlah

Kuasa Yang Besar Atas Yang Kecil

Semut-semut kecil berjejalan rapi di dinding-dinding rapuh
Cukup kuat untuk tempatnya berjalan
Bahkan seribu atau dua ribu sekalipun
Namun sekali kutekan dengan ujung jariku
Runtuhlah, lalu berjatuhanlah semut-semut itu
Maka kulipat tangan dan mengamati saja
Meski aku kuasa

Debu

Ketika debu menjejali penciumanku
Ah aku lalu sadar, sudah semestinya
Aku berpijak di tanah

Apa Kabar Ayah

Daddy how are you today ???
Sehat dan bahagialah selalu
Daddy how are you today ???

Rabu, 08 Mei 2013

Mengapa oh Mengapa (Tanda Tanya)

Ingin sekali kukatakan begini "tidak bisakah manusia berpikir tidak melulu persoalan nafsu dan pemenuhan kebutuhan atas nafsu ???" Mengapa ??? Karena ketika semua dilakukan atas dasar itu, maka apa yang terjadi dengan tanggung jawab. Mengenyampingkan tanggung jawab sungguh hal yang tercela apalagi melimpahkan tanggung jawab kepada mereka yang seharusnya menjadi tanggung jawab kita. Mengapa setiap aku makan di kantin kampus selalu ada anak-anak di bawah umur menghampiri mejaku dan meminta uang ??? Lalu ketika kutanya apakah dia sekolah, maka dia akan menggeleng lemah. Memang tidak semua yang menggeleng, tapi mengapa mereka meminta-minta ??? Itu pertanyaan. Lalu saat aku berjalan-jalan di mall, ketika berada di parkiran mengapa selalu ada anak-anak yang meminta-minta hingga tengah malam ??? Ketika kutanya mengapa tidak pulang dan beristirhat, mereka akan bilang harus dapat uang malam ini jika tidak ingin dapat pukulan. Memang tidak semua yang begitu, tapi mengapa mereka meminta-minta ??? Itu pertanyaan. Ketika aku berhenti di lampu merah saat sedang berkendara, entah kendaraan pribadi atau kendaraan umum, mengapa selalu ada anak-anak mengulurkan tangan dengan kulit terbakar dan wajah memelas meminta-minta kepada para pengendara atau penumpang angkot ??? Ketika kutanya apakah mereka disuruh orangtua mereka, mereka mengangguk. Memang tidak semua mengangguk, tapi mengapa mereka meminta-minta ??? Itu pertanyaan. Mengapa ??? Karena manusia sekarang adalah manusia yang berpikir simple untuk hal-hal yang tidak seharunya dipikirkan simple. Mengapa ??? Karena nafsu memaksa kita untuk berpikir cepat lalu tidak lagi menghiraukan pertimbangan-pertimbangan yang penting sebelum bertindak. Mengapa ??? Karena esensi pernikahan telah banyak bergeser.